Bisnis Properti Tetap Menggairahkan

Berkat Rencana Dua Jalan Tol di Depok

INFRASTRUKTUR jalan di Kota Depok belakangan memburuk. Namun hal itu tak mengganggu gairah bisnis properti di kawasan ini. Salah satu pemicu gairah itu adalah rencana pembangunan dua jalan tol di Depok.
Petrus Rusdiyana dari PT Sawo Mateng Realty, pengembang kompleks perumahan Sawo Griya Kencana di Kecamatan Limo, mengatakan bahwa pengaruh dari buruknya infrakstruktur jalan membuat penjualan perumahan makin sulit.
“Pada pembangunan tahap pertama dalam tempo satu tahun kami mampu menjual 100 unit rumah. Tetapi pada tahap kedua, dalam tempo dua tahun kami hanya mampu menjual 60-an unit rumah,” kata Petrus Rusdiyana saat ditemui di kantor proyek Sawo Griya Kencana di Jalan Arta Yasa, Limo, Kota Depok, belum lama ini.
Menurut Rusdiyana, kondisi jalan raya mulai dari Cinere sampai Parung Bingung yang rusak parah dan sempit sungguh berdampak. “Sejumlah costumer membatalkan janji gara-gara di perjalanan macet. Terutama pada hari Sabtu dan Minggu, karena umumnya pembeli melihat lokasi rumah pada weekend,” katanya.
Seperti diketahui, pada hari Sabtu – Minggu lalu lintas di sepanjang jalan tersebut macet. Hal ini bukan tidak saja karena kondisi jalan yang rusak parah dan sempit Kehadiran Masjid Dian Al-Mahri atau dikenal Masjid Kubah Emas ikut memberi andil. Maklum saja, dalam sehari pada hari Sabtu dan Minggu ratusan bus besar menuju ke sana.
“Keberadaan Masjid Kubah Emas berpengaruh terhadap penjualan rumah di sini. Costumer jadi enggan karena mereka tahu akses jalan ke rumah yang akan dibeli macet dan rusak,” katanya.
Lebih parah lagi, Kota Depok layaknya goverenmentless. “Terhadap kemacetan dan jalan rusak seperti sama sekali tidak dilakukan upaya apa-apa. Tambal sulam pun sepertinya tidak,” kata seorang karyawan dari sebuah pengembang.
Oleh sebab itu, menurut Petrus Rusdiyana, bagi pengembang seperti Sawo Mateng Realty, adanya rencana pembangunan dua jalan tol yang melintas di Kota Depok akan sangat membantu para pengembang dalam menjalankan usahanya.  “Hanya jalan tol yang bisa kami harapkan. Harapan kami jalan tol benar-benar dibangun,” kata Rusdiyana seraya mengatakan pihaknya akan mengembangkan kompleks perumahan dengan konsep town house karena sulitnya mencari lahan yang luas di kawasan Kota Depok.
Maklum saja, pemerintah kota sesungguhnya merencanakan pelebaran jalan dari Cinere sampai Parung Bingung. Namun, kemampuan anggaran yang terbatas membuat rencana itu tak segera bisa dilaksanakan. Menurut rencana, tahun 2008, Pemkot Depok akan melebarkan jalan mulai dari Polsektro Limo sampai Universitas Pembangunan Nasional (UPN) sepanjang satu kilometer saja. Sementara pembangunan fisik baru bisa tahun berikutnya.
Adapun dua jalan tol itu, yakni Jalan Tol Cienere-Jagorawi (Cijago) dan Depok-Antasari (Desari) kini mulai tahap pemetaan dan pembebasan. Khusus Jalan Tol Cijago sudah 555 bidang lahan atau sekitar 122.572 meter persegi yang sudah di bebaskan di wilayah Cimanggis. Nilainya Rp 212,7 miliar.
“Saya sedang melakukan penjajakan lokasi-lokasi tanah yang dekat dengan tol dan public transportation,” kata Yusuf Setiawan, pengembang asli Kota Depok. Ia  berharap pembangunan pintu jalan tol diperbanyak.”Ini agar tidak menimbulkan masalah baru yakni soal  kemacetan di jalan bukan tol,” kata Yusuf.

Gairah dimana-mana
Daya tarik rencana pembangunan jalan tol juga disampaikan pengembang yang tergolong kecil. Sebut saja Alwi Alatas yang membawa bendera PT Qiertoshb Buana Pratama. Pengusaha muda ini nekat menanamkan modal di kawasan Limo mengembangkan kompleks perumahan Pesona Cinere Residence setelah memastikan adanya rencana pembangunan dua jalan tol di Kota Depok.
“Alasan utama saya mendevelop di kawasan Meruyung itu karena adanya rencana pembangunan jalan tol dan berdirinya Masjid Kubah Emas,” kata Alwi Alatas, pria asli Condet.
Pesona Cinere Residence merupakan kompleks perumahan yang dibangun pertama oleh Alwi Alatas. Sebelumnya ia mengembangkan perumahan dengan konsep town house di kawasan Condet, Jakarta Timur, yakni Town House Mutiara Damai yang hanya terdiri dari 22 unit saja.
“Selain itu saya juga sudah melihat rencana pelebaran jalan di sepanjang Meruyung ini dari lebar sekarang delapan meter nantinya akan dilebarkan menjadi 24 meter,” kata Alwi.
Kegairahan membangun kompleks perumahan di Kota Depok memang terlihat di mana-mana. Sebut saja di kawasan Meruyung sejumlah kompleks perumahan baru bermunculan. Pesona Cinere Residence yang dibangun tahun 2007, Puri Cinere Hijau, Cinere Residence, dan lain-lain. Ada juga yangg sedang dimulai pelaksanaan proyek perumahan baru, yakni Cinere Insani Residence yang menawarkan konsep perumahan muslim.
Kegairahan bisnis perumahan di Kota Depok juga tampak dengan kehadiran Grand Depok City yang sebelumnya bernama kompleks perumahan Kota Kembang. Masuknya investor baru membuat Grand Depok City terus berbenah diri.
Mengenai Pemerintah Kota Depok, kata Yusuf, tidak ada masalah dan berjalan lancar mengenai pengurusan izin-izin pembangunan rumah. “Tidak ada masalah. Kota Depok kan melayani dan mensejahterakan,” kata Yusuf. “Bagaimana ada keterlambatan kan motonya sudah jelas,” sambungnya.
Akan halnya dialami Alwi Alatas yang mengaku biaya pengurusan izin pembangunan kompleks perumahan cukup besar juga. Misalnya untuk site plan ia membayar sekitar Rp 30 juta. Kemudian untuk izin lingkungan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 121 juta. Ditambah biaya pengurusan pemakaman sebesar Rp 75 juta. Belum lagi biaya perizinan yang lain.
Menurut data dari Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Depok, izin pemanfaatan ruang (IPR) sepanjang tahun 2007 untuk real estate sebanyak 81 berkas dan untuk perumahan sebanyak 24 berkas. Jumlah itu akan terus bertambah, apalagi saat dua jalan tol itu benar-benar melintas di Kota Depok. (mir)

One Response to “Bisnis Properti Tetap Menggairahkan”

  1. Pulsarudi Says:

    kapan realisasinya tol Cijago?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: